Aneka hal Unik dan Menarik di Bukit Sikunir Dieng

Ditulis oleh : aftonhomestay Pada 13 Apr 2018

Wisata Dieng plateau, tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga para traveller indonesia. Karena dalam satu area wisata, Dieng memiliki tempat wisata yang cukup beragam. mulai dari candi, perkebunan teh, kawah, danau dan musem geologi.

Dataran Tinggi Dieng atau Dieng Plateau semakin familiar di mata para Traveler. Kekayaan panorama Dieng yang mana memiliki beraneka ragam tempat wisata seperti telaga, alam pegunungan dan situs-situs peninggalan sejarah semisal candi , menjadikan Dieng semakin hari semakin populer.

Puncak Sikunir Dieng merupakan salah satu Spot Populer yang masih masuk wilayah dataran tinggi Dieng. Banyak hal menarik mengenai Puncak Sikunir ini, seperti misalnya letaknya yang berada di Desa Sembungan, yang merupakan dataran Tinggi berpenghuni tertinggi di Dunia, juga konon merupakan spot melihat sunrise terbaik di Asia.

Selain keistimewaan Puncak Sikunirnya, Desa Sembungan juga memiliki telaga yang indah jika dilihat dari bukit Sikunir. Nama Telaga tersebut adalah Telaga Cebong. Telaga ini selain sebagai irigasi bagi pertanian penduduk juga digunakan sebagai tempat pemancingan. Para Wisatawan juga bisa menyewa perahu kecil untuk berkeliling menyusuri telaga ini melihat-lihat alam sekitar telaga yang didominasi alam pegunungan berpadu dengan pemukiman penduduk.

Golden Sunrise Puncak Sikunir

Wisatawan memiliki julukan tersendiri untuk penampakan sunrise terbaik di Puncak Sikunir. Mereka menyebutnya Golden sunrise Sikunir. Yaitu saat dimana Matahari terbit tampak separuh bulat sempurna membiaskan warna jingga dilangit dan awan sekitar sehingga menciptakan panorama yang sangat memukau.

Datanglah antara bulan juli – agustus, siapa tau anda beruntung menyaksikan fenomena Golden Sunrise yang langka itu di Bukit Sikunir.

Telaga Cebong

Terletak di desa tertinggi di Jawa yaitu Desa Sembungan, Telaga Cebong merupakan telaga yang terjadi dari bekas kawah purba, dulunya memiliki luas sekitar 18 ha, akan tetapi lama kelamaan mulai menyempit dan tersisa sekitar 12 Ha.Lokasi Telaga Cebong berada disebelah barat  Bukit Sikunir dengan bentuk menyerupai cebong/berudu mungkin dari bentuk itulah akhirnya telaga ini diberi nama telaga cebong.

Air telaga cebong dipagi hari sering tampak berkilau seperti minyak apabila disaksikan dari jalan menuju Gunung Sikunir, hal ini juga menjadi moment terbaik untuk diabadikan oleh para pengunjung. Selain untuk kepentingan pariwisata, telag Cebong juga menjadi tumpuhan harapan petani untuk setempat untuk mengairi ladangnya.

Beberapa tahun lalu telaga cebong sempat direhabilitasi dengan pengerukan menggunakan alat berat untuk memperluas sisi-sisi telaga yang sudah tersedimentasi dan tumbuh gambut disekitarnya, pada proses ini ditemukan juga kayu-kayu dengan ukuran sangat besar didalamnya yang seharusnya dapat dijadikan bahan kajian dan pembelajaran bagi generasi sekarang, akan tetapi karena keserakahan akhirnya kayu ini dipotong-potong oleh pemborongnya untuk dijual sebagai kayu bakar, jenis kayu ini cukup langka untuk sekitar kawasan Dieng, warnanya hitam, kerasnya luar biasa, dan beratnya mirip besi, disisi lain keberadaan telaga cebong beserta keunikan tersembunyi tersebut, masih jarang sekali yang mengetahui kalau ternyata di Sembungan ada 2 (dua)telaga, telaga yang satunya adalah yang berada di puncak gunung pakuwojo, tepat disekitar batu yang mirip dengan paku atau orang sekitar sering menyebutnya pakuwojo (paku baja).